Twitter Fashionkustyle – Cuitan Korban Pernikahan Sesama Jenis Viral

playboyshn.com – Twitter Fashionkustyle sedang ramai sekali menjadi bahan perbincangan warga twitter.

Twittan milik salah satu pengguna akun twitter tersebut sungguh mencengangkan. Banyak pengguna yang tak habis pikir dengan apa yang diceritakan tersebut.

Kebanyakan orang yang mengetahui isi twittan pengguna tersebut berucap, kok bisa.

Tentu saja, karena bagaimana pun juga hal tersebut tidak wajar dan mencengangkan.

Bagaimana tidak? Melakukan penipuan dan hal lain yang tentu saja merugikan dan meresahkan.

Namun sebenarnya apa yang terjadi hingga cuitan tersebut benar benar menggemparkan warga twitter.

Tidak hanya itu, ternyata banyak orang yang sudah membagikan cuitan tersebut hingga banyak juga media yang membicarakannya.

Hingga akhirnya cuitan tersebut viral dan cukup menggemparkan. Pasalnya hal tersebut sedikit membingungkan dan tidak masuk akal.

Namun banyak orang yang iba dan menyayangkan sampai kejadian tersebut terjadi.

Lantas sebenarnya apa yang terjadi dan apa isi cuitan yang cukup menggemparkan tersebut?

Langsung saja kita simak ulasan Playboyshn yang akan mengupas tuntas tentang isi cuitan twitter fashionkustyle di bawah ini. Ayo simak!

Isi Cuitan Twitter Fashionkustyle

Seorang wanita asal Kecamatan Kota Baru, Jambi, yang berinisial NA membuat cuitan di twitter. Hal ini dilakukan untuk meminta bantuan atas masalah yang sedang dihadapinya atas penipuan yang dilakukan oleh seorang wanita yang mengaku laki laki.

Hingga korban harus menjalani pernikahan sesama jenis karena ketidaktahuannya tersebut.

Ia ingin masalahnya diadili dengan seadil adilnya.

Cuitan yang berisi kronologi terjadinya penipuan tersebut pun beredar luas. Dari awal mereka kenal hingga akhirnya kasus ini terungkap semua diceritakannya.

Dalam cuitan tersebut pun dijelaskan secara detail bagaimana bisa sampai mereka saling mengenal hingga menikah.

Diceritakan bahwa NA mengenal seorang laki laki melalui aplikasi kencan online yaitu Tantan. Laki laki tersebut mengaku seorang dokter.

Tidak ada kecurigaan yang dirasakan oleh NA karena pelaku tersebut memiliki suara seperti layaknya laki laki pada umumnya.

Bahkan fotonya pun terlihat seperti laki laki. Ya itu semua karena penampilan pelaku memang seperti laki laki. Namun jika dicermati memang seperti perempuan mukanya saat tersenyum.

Dari tantan itulah, akhirnya mereka saling mengenal dan setelah dua minggu akhirnya pelaku mendatangi rumah korban untuk melamar. Perkenalan tersebut terjadi di bulan Mei 2021.

Sayangnya acara lamaran yang telah direncanakan tersebut gagal, karena ibu dari pelaku meninggal dikarenakan covid 19.

Oleh sebab itu, akhirnya keduanya memutuskan menikah siri di bulan Juli 2021.

Keluarga dari pihak laki laki pun tidak ada yang dapat menghadiri akad nikah tersebut, hanya sebatas melalui panggilan video.

Sayangnya korban dan keluarganya mempercayai pelaku meski belum dapat menunjukkan kartu identitas diri.

Asal Muasal Masalah

Cuitan yang dilakukan NA tersebut cukup menarik perhatian masyarakat umum khususnya orang orang yang menggunakan sosial media hingga menjadi perbincangan hangat.

Karena NA telah ditipu oleh suaminya sendiri yang ternyata seorang perempuan. Perempuan tersebut bernama Erayani merupakan pelaku, warga Lahat, Sumatera Selatan.

Erayani tersebut mengaku dirinya bernama Ahnaf Arrafif yang berprofesi sebagai seorang dokter spesialis bedah syaraf lulusan New York, Amerika Serikat.

Namun kenyataannya perempuan tersebut bukanlah seorang dokter.

NA yang merupakan korban angkat bicara melalui akun twitter @fashionkustyle dengan mengungkapkan kronologi dirinya sampai bisa tertipu oleh pelaku.

Bahkan setelah menikah, tidak selayaknya suami istri, banyak kejanggalan yang dirasakan tidak hanya oleh NA, melainkan juga dirasakan oleh ibu dari NA.

Mereka merasa ada yang aneh dengan pelaku. Apalagi pelaku tidak pernah berangkat kerja padahal seorang dokter.

Kecurigaan lainnya juga dirasakan oleh NA, saat berhubungan intim, mata korban ditutup dengan kain dan lampu dimatikan. NA tentunya tidak dapat melihat tubuh pelaku. Bahkan hubungan suami istri tersebut pun dilakukan dengan menggunakan jarinya.

Saat keluar kamar mandi pun pelaku selalu menggunakan pakaian yang lengkap. Padahal biasanya laki laki kan jika setelah mandi tidak menggunakan baju lengkap ya, meskipun ya ada yang suka berpakaian lengkap.

Tertipu Hingga Materi

Selain kecurigaan yang telah disebutkan di atas, orang tua NA dan korban juga tertipu uang hingga total kerugian mencapai sekitar 300 juta.

Uang tersebut digunakan untuk kesembuhan ayam korban, dalih pelaku ketika meminta uang tersebut.

Ya karena pelaku yang terus meminta uang untuk berobat sedangkan ayah NA tidak juga kunjung diobati tentunya menimbulkan kecurigaan.

Gerak gerik yang terus membuat ibu korban merasa curiga inilah yang menyebabkan akhirnya terus menanyakan kartu identitasnya.

Namun pelaku terus berdalih kartu identitasnya ada di kampung.

Hingga akhirnya korban diajak oleh pelaku pulang ke rumahnya untuk mengambil kartu identitas. Namun hal ini menjadi alasan yang digunakan untuk menekan korban.

Mereka pergi ke rumah Syaifini yang merupakan ibu angkat dari pelaku. Pada saat tinggal di rumah Syaifini, korban dikurung pelaku selama bulan Desember 2021.

Tidak hanya dikurung, korban juga sempat diajak ke sungai yang alirannya deras dan ke air terjun di pelosok dusun Lahat yang tidak memiliki sinyal.

Berbagai penipuan yang dilakukan oleh pelaku ini tentunya sangat menghancurkan mental korban. Tidak hanya mental, psikis, dan juga materi telah terkuras.

Begitu hancurnya korban hingga memberanikan diri untuk mengunggah kisahnya tersebut ke dalam cuitan yang bisa dibaca oleh jutaan orang.

Ancaman yang dilakukan hingga nyawa yang hampir melayang pun dirasakan.

Tindakan yang dilakukan pelaku pun cukup berdampak pada keluarga korban juga.

Tidak hanya penipuan tersebut, pelaku pun terancam atas malpraktik yang dilakukannya terhadap korban dan orang tuanya.

Pernikahan Secara Agama

Penipuan Pernikahan Sejenis

Tentu banyak yang berfikir bagaimana bisa pernikahan tersebut bisa terjadi padahal belum jelas orangnya.

Ya dari pihak korban pun telah berulang kali meminta kartu identitas diri, namun pelaku terus berdalih dan mengatakan kartu identitasnya belum selesai diperbaiki.

Pelaku terus memberikan keyakinan bahwa akan menikahi korban segera. Karena orang tua pelaku meninggal, akhirnya paman pelaku menyarankan untuk menikah secara siri terlebih dahulu.

Nanti pada bulan Oktober 2022, barulah akan diadakan pesta pernikahan tersebut.

Korban dan keluarga percaya hingga akhirnya pada pagi pelaku, paman, dan tantenya datang untuk melamar, malamnya diadakan pernikahan siri tersebut.

Proses yang cepat tidak menandakan semua berjalan dengan baik ya.

Apalagi jika kalian mengenal seseorang melalui aplikasi cari pasangan online. Karena bisa saja fotonya menipu atau identitasnya palsu.

Jangan mudah percaya ya terhadap aplikasi online seperti itu.

Baca Juga:

Sekian dulu ulasan yang dapat disampaikan ya tentang cuitan twitter dari akun fashionkustyle. Terima kasih.

Leave a Comment